Uncategorized

5 Kegiatan Backpacker Selama Berada di Hongkong

alibou / June 21, 2019
5 Kegiatan Backpacker Selama Berada di Hongkong

Agaknya ini terkesan minim santun, tetapi dikala awal kali berasumsi mengenai Hong Kong, perihal yang terlalui tentulah daya kegiatan Indonesia nama lain TKI atau TKW. Perihal ini pasti aja tidak tanpa alibi. Dikala melaksanakan ekspedisi ke Hong Kong di tahun 2015 kemudian, aku berjumpa dengan seseorang bunda bersama wanita belia yang nyatanya berbicara memakai Bahasa Jawa yang amat khas. Kala aku menanya, sang bunda memanglah telah lamban mengadu kodrat bagaikan TKW di mari serta buah hatinya yang terkini datang ini pula hendak bertugas bagaikan TKW.

Selainnya, terletak di Hong Kong tidak membuat aku hadapi culture shock dengan cara berlebih.

Dikala itu, cuaca Hong Kong lumayan panas dengan tingkatan humiditas yang cukup besar. Yang aku senang dari negeri ini merupakan akses pemindahan sedemikian itu gampang, jadi aku dapat berkelana dengan lapang. Kita memakai Octopus Card, suatu kartu serbaguna yang dapat dipakai buat melaksanakan bisnis apa aja. Selanjutnya aktivitas kesukaan aku sepanjang di Hong Kong , ditambah mudahnya mengakses internet cepat melalui wifi republic :

  1. Big Buddha Ngong Ping

Destinasi awal yang kita datangi merupakan Big Buddha Ngong Ping yang terdapat di Lantau Island. Arca ini ialah arca Buddha terbanyak kedua di bumi, sebaliknya yang sangat raksasa terdapat di Taiwan. Ketinggian Big Buddha Ngong Ping menggapai 34 m dengan berat minim lebih 250 ton. Kabarnya, arca ini dapat diamati dari Macau. Di dalam Arca Big Buddha ini ada kober banyak orang berarti Hong Kong, mulai dari komandan perang sampai selebritas juga terdapat.

Buat mengarah ke mari, kita bukan butuh menyeberang pulau, lumayan naik MRT dari Central ke Tung Chung, kemudian dilanjutkan naik bis ataupun naik sepur andok. Kita menyudahi buat naik bis aja. Tidak hanya jauh lebih ekonomis, antreannya pula bukan sejauh jika naik sepur andok. Dengan melunasi 17 dolar Hong Kong, perjalanannya hendak menyantap durasi minim lebih 1 jam.

Sesampainya di komplek Big Buddha, kita menyudahi buat makan dahulu biar kokoh menaiki 268 anak tangga mengarah posisi arca Big Buddha berdiri. Terdapat restoran kecil pas di sisi kuil, yang menyuguhkan santapan khas Hong Kong. Makanannya lezat serta biayanya berkisar antara Rp20. 000– Rp100. 000 per menu sehabis dikonversi ke rupiah. Terdapat pula sebagian gerai hadiah mata di dekat komplek. Yang sangat istimewa merupakan suatu gerai yang menjual kencana serta batuan bernilai yang kayaknya sesuai sangat jika dijadikan batu akik.

2. Victoria Harbour

Victoria Harbour ialah bandar yang mengaitkan beberapa titik berarti di Hong Kong. Di mari, kalian dapat melihat pementasan Symphony of Lights yang bagi aku sangat luar lazim.

Pementasan ini berjalan sepanjang minim lebih 13 menit tiap hari jam 8 malam. Kita pergi dari Hung Hom serta mengarah ke Tsim Sha Tsui memakai MTR kemudian bepergian mengarah ke situ. Sesampainya di situ, kita kira- kira kaget sebab tempatnya marak sekali dipadati turis dari bermacam negeri. Aku bersama sahabat amat menikmati gaya tari sinar di berdasarkan gedung- gedung pencakar langit itu.

Bepergian sebagian m di dekat Victoria Harbour, kalian hendak menciptakan Avenue of Stars. Avenue of Stars sendiri merupakan Walk of Fame- nya Hong Kong. Di jalur nampak tanda tangan sebagian kartika terkenal Hong Kong serta Cina. Jujur, tidak terdapat satu juga dari nama- nama bintang film yang aku tahu di sana, melainkan Jackie Chan.

3. Mencoba Ketinggian di The Peak

The Peak merupakan titik paling tinggi Hong Kong serta ialah tujuan harus para wisatawan kala mendatangi Hong Kong. Buat mengarah The Peak, kalian dapat naik MTR dari Central, kemudian melanjukan ekspedisi dengan naik taksi ataupun bis. Tidak hanya itu, kalian pula dapat naik trem yang telah berumur 120 tahun buat mengarah ke pucuk. Bayaran trem merupakan 77 dolar buat sekali jalur serta 90 dolar buat ekspedisi PP. Karena kita memanglah irit, betul kita menyudahi naik MTR serta bis yang jauh lebih ekonomis.

Kita bertamu ke The Peak ditemani oleh seseorang sahabat asal Madiun yang telah bermukim di Hong Kong sepanjang 14 tahun. Awal, kita mengarah ke Victoria Park, suatu halaman yang terdapat tidak jauh dari stasiun trem. Sehabis itu, terkini kita meneruskan ekspedisi ke The Peak Menara yang ialah gedung sangat besar di situ.

Di gedung itu ada suatu tempat berjulukan Sky Terrace 428 yang membolehkan wisatawan memandang panorama alam Hong Kong dari ketinggian. Perkaranya, buat mengarah ke Sky Terrace 428 itu, kita wajib melunasi karcis masuk dengan harga 40 dolar. Nyata, kita juga langsung menghapuskan hasrat serta justru gambar serempak arca Bruce Lee di Museum Madame Tussauds yang pula terletak di komplek ini.

Profit memiliki“ guide” ini merupakan kita dapat dibawa ke tempat- tempat menarik yang dapat didatangi dengan free. Sahabat aku ini setelah itu bawa kita ke The Peak Galleria yang ialah suatu pusat perbelanjaan serta terdiri dari sebagian lantai. Dari berdasarkan, kita dapat memandang keelokan Hong Kong dari berdasarkan ketinggian tanpa butuh menghasilkan bayaran sedikit juga!

4. Belanja di Ladies Market

Hong Kong memanglah diketahui bagaikan tujuan membeli- beli. Jadi tidak membingungkan jika banyak wisatawan yang melapangkan diri buat mencari beberapa barang bagaikan bawaan ataupun buat diri sendiri. Salah satu tempat yang jadi sasaran para wisatawan buat membeli- beli merupakan Ladies Market.

Ladies Market terdapat di area Mongkok serta amat gampang dijangkau dengan bis pula MRT. Dapat dikatakan, tempat ini merupakan Pasar Malioboro- nya Hong Kong. Di sinilah tempatnya berbelanja sepuasnya dengan harga yang ramah di kantung.

5. Mendaki gunung di Lamma Island

Bukan sedemikian itu banyak wisatawan yang bertamu ke Lamma Island. Tidak tahu sebab jauh ataupun bisa jadi sebab bukan sedemikian itu terkenal. Dikala terletak di Lamma Island, aku cuma dapat menciptakan sebagian wisatawan asing di dalam kapal feri yang membawakan kita dari Central ke Lamma Island. Harga tiketnya sendiri merupakan 17 dolar sekali jalur dengan ekspedisi yang cuma ditempuh dalam durasi 20 menit aja.

Lamma Island merupakan pulau terbanyak ketiga di Hong Kong dengan pada umumnya masyarakat yang bertugas bagaikan nelayan. Di pulau ini bukan terdapat pemindahan biasa, salah satunya sistem buat berjalan merupakan dengan jalur kaki ataupun naik sepeda.

Kita hingga di bandar Yung Shue Wan pas tengah hari di dikala mentari lagi panas- panasnya. Kita menyudahi buat berangkat ke tepi laut terdekat, ialah Tepi laut Hung Shing Yeh. Tepi laut ini mempunyai beberan pasir bercorak putih serta air yang bening. Tidak hanya itu, tepi laut ini pula dikelilingi oleh bebatuan raksasa serta perbukitan yang hijau serta asri.

Ucapan pertanyaan bebatuan di dekat tepi laut, kita luang melakukan doa di berdasarkan bebatuan sebab tidak meneukan langgar. Sebab mengenakan celana pendek serta tidak bawa sarung, aku wajib meminjam anak buah rukuh sahabat aku. Lucunya, angin tepi laut yang tidak berkawan membuat aku nampak mengenakan baju sebab anak buah rukuh yang aku pakai berkembang raksasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *