Uncategorized

Cara Membuat Logo Mudah dan Kreatif

Doory / May 28, 2019

Membuat logo mempunyai tantangan sendiri bagi para desainer. Selain tampilan visual harus cantik, logo juga mesti bisa menjelaskan perusahaan atau organisasi yang diwakilinya. Karena itu, sebelum membahas cara membuat logo, kita harus tahu dulu dasar-dasar logo yang efektif.

Tujuannya adalah supaya kita tahu kualitas apa saja yang harus ada pada logo yang kita buat.

Berikut poin-poinnya:

  1.       Simpel

Sebuah logo yang baik adalah logo yang sederhana. Orang yang melihat harus dapat melihat dengan jelas bentuk desain, sekaligus nyaman dengan komposisinya. Yang paling penting, dengan kesederhanaannya, logo tersebut harus dapat menyampaikan identitas yang diwakilinya, baik perusahaan, organisasi, atau bahkan perorangan.

  1.       Mudah diingat

Sebuah logo harus memorable. Tentu saja, karena logo bisa jadi kesan pertama orang terhadap perusahaan atau organisasi tertentu. Kalau kesan pertamanya tidak berkesan, bagaimana orang bisa ingat dengan perusahaan atau organisasi yang direpresentasikan oleh logo tersebut?

  1.       Tak lekang oleh waktu

Logo adalah proyek jangka panjang. Perusahaan atau organisasi besar jarang merombak atau mengganti logo mereka, setidaknya tidak sering. Oleh sebab itu, logo yang kamu buat harus punya kualitas timeless.

Yang perlu diingat, timeless bukan berarti logomu harus awet dan tak cepat rusak. Melainkan, logomu harus tahan menghadapi perubahan zaman dan tren. Artinya, mau berapa tahun lagi pun, logomu tidak boleh tampak ketinggalan zaman.

  1.       Versatile

Biasanya, logo akan dicetak di berbagai media. Makanya, logomu harus bisa beradaptasi dengan berbagai ukuran. Pastikan jangan sampai pecah dan tetap bagus meski format penataan dan ukurannya diubah-ubah.

  1.       Tepat sasaran

Untuk siapa kamu membuat logo? Itulah pertanyaan pertama yang harus kamu tanamkan di otak sebelum mendesain.

Kenali dulu identitas perusahaan atau organisasi yang meminta jasamu mendesain logo, supaya hasil akhirnya tepat sasaran. Jangan sampai kamu membuat logo untuk produk elektronik tapi tampak seperti logo produk lipstik.

Nah, sekarang kita akan membahas tahapan-tahapan cara membuat logo secara praktis. Apa saja yang harus dilalui seorang desainer ketika mendesain logo.

Urutan poin yang ditulis di sini tidak mesti dilakukan secara berurutan. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kondisi yang kamu hadapi. Misalnya, saat ada permintaan revisi, tentu bisa saja kamu harus kembali ke tahap awal mencari referensi.

Berikut beberapa tahap pembuatan logo

  1.       Kenali untuk siapa kamu membuat logo

Sebaiknya, kamu catat seluruh informasi mengenai klien yang meminta jasamu. Tuliskan secara rinci dan spesifik. Kalau perlu, buatlah pengibaratan.

Jika ia warna, warna apa yang cocok buatnya?

Jika ia objek, objek apa yang cocok menggambarkannya?

Jika ia orang, orang seperti apa ia?

Dengan pengibaratan ini, kamu bisa lebih jelas menentukan gaya desain yang pas.

  1.       Mencari referensi

Ini merupakan tahap riset selanjutnya yang harus kamu lalui. Cobalah untuk menemukan referensi yang banyak namun relevan. Di internet ada banyak contoh logo yang bisa kamu pelajari.

Ada tips untuk yang satu ini: carilah referensi logo dari perusahaan zaman sekarang dan zaman dulu. Perhatikan, adakah gaya logo yang tetap keren meskipun dibuat bertahun-tahun lamanya? Jika iya, pelajarilah. Itu tandanya logo tersebut tak lekang dimakan waktu.

  1.       Membuat sketsa

Ini adalah tahap kamu menuangkan ide-ide di pikiranmu. Jangan batasi kreativitasmu, jangan takut salah, toh sketsa masih bisa diubah. Bereksperimenlah dengan bentuk dan tipografi. Jika perlu, carilah partner untuk brainstorming.

  1.       Mewarnai logo

Warna merupakan elemen yang sangat penting dalam sebuah logo. Maka kamu harus hati-hati memilihnya. Cocokkan dengan identitas objek yang kamu buat logonya.

Sedikit saran: coba tentukan warna pokoknya dulu lalu eksplorasilah warna turunannya. Misal, kamu sudah menentukan bahwa merah merupakan warna paling pas. Setelahnya, cobalah untuk melihat tampilannya jika diberi warna merah muda, merah marun, dan lain-lain.

  1.       Minta pendapat orang lain

Jika bentuk dan warnanya sudah ada, perlihatkan ke orang lain. Mintalah kesan sejujurnya dari mereka. Tanyakan, kesan apa yang timbul dari logo itu? Apakah maskulin, feminin, cerah, gloomy, atau yang lain?

Pilihlah 5-7 orang untuk ditanya agar jawabannya objektif. Dan, bawalah beberapa alternative logo ke depan mereka. Setelah itu, cek lagi, apakah kesan yang timbul sudah sesuai yang kamu harapkan? Kalau belum, revisi lagi. Kalau sudah, lanjut ke tahap berikutnya.

  1.       Pilih logo utama

Dari jawaban orang-orang yang kamu tanya, kamu dapat menyimpulkan mana yang cocok jadi logo utama. Pilihlah satu. Lakukan perubahan bila masih ada yang mengganjal.

Ingat, meski kamu memilih satu logo utama, siapkan juga logo cadangannya sebagai alternatif untuk dipresentasikan ke depan klien.

  1.       Mendesain dengan software

Di sinilah logo buatanmu dimatangkan. Silakan pakai software apa pun yang membuatmu nyaman. Perhatikan pewarnaan, font, ukuran, komposisi, dan unsur-unsur lain yang biasanya berubah saat dilihat di layar komputer.

  1.       Membuat mockup

Di tahap ini, logo buatanmu harus sudah matang dan siap dipresentasikan. Buat mockup secantik mungkin agar klienmu bisa dengan jelas melihat kualitas dari hasil karyamu.

Baca Juga: Apa Itu Mock up dan Cara Membuatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *